Kasatpol PP Ponorogo Turun Langsung Pantau Unjuk Rasa Warga Janti di Balai Desa Ngrupit – Jenangan

Foto : Kasatpol PP Ponorogo Turun Langsung Pantau Unjuk Rasa Warga Janti di Balai Desa Ngrupit, Kamis (30/3/2023).

PONOROGO I satpolpp.ponorogo.go.id – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Kasatpol PP dan Damkar) Kabupaten Ponorogo, Drs. Joni Widarto, M.Si terlihat turun langsung untuk mengawal unjuk rasa tentang tuntutan adanya transparansi dari Pemerintah Desa (Pemdes) Ngrupit terkait dengan Pendapatan Asli Desa (PADes) khususnya di pasar Janti tersebut.

Dalam orasinya terlihat pemilik warung yang kebanyakan emak-emak ini, ingin pengelolaan dana restribusi dari Pasar Janti harus transparan. Mereka tidak ingin pendapatan restribusi Pasar Janti yang mencapai jutaan itu diselewengkan.

Kepala Desa (Kades) Ngrupit, Suherwan saat di konfirmasi mengatakan, retribusi dari Pasar Janti itu sebesar Rp. 6,5 juta. Jumlah itu sudah bersih, dipotong oleh upah penarikan dan pemeliharaan.

Suherwan meminta para pemilik warung mengumpulkan bukti retribusi untuk dihitung bersama. Dia ingin terkait tuntutan yang diinginkan oleh peserta unjuk rasa ini bisa clear.“Mari kita teliti bareng-bareng supaya bisa clear,” kata Kades Suherwan, Kamis (30/3/2023).

Sementara itu, Kasatpol PP dan Damkar Ponorogo, Drs. Joni Widarto, M.Si terlihat dalam musyawarah memberikan sambutan tentang aturan pemerintah dan mekanismenya. “Jadi pemerintah itu selalu mengikuti aturan, dan tidak bisa semaunya sendiri. Kalua malakukan hal-hal yang kurang benar pasti kena audit, jadi masyarakat kiranya bisa di mengerti,”tegasnya.

Terlihat, setelah menyampaikan aspirasi di halaman balai desa, perwakilan peserta unjuk rasa diajak diskusi di salah satu ruangan. Mereka masih tarik ulur terkait PADes, terlihat dalam diskusi masih belum ketemu titktemunya argumen masing-masing pihak. Mereka akhirnya sepakat akan menggelar rapat bersama Minggu depan. Setelah itu, peserta unjuk rasa pun membubarkan diri.

  • Reporter : MEDIA CENTER.